Sabtu, 16 Januari 2010

Untukmu, Orang Baik

by: Bhante Dip

Tak perlu lagi bertanya-tanya: mengapa orang baik bisa mati dengan cara yang mengenaskan...???

Tak ada yang aneh dengan setiap fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini, apakah yang mengerikan, yang mengharubirukan, yang menghentak ataupun yang melenakan sang batin.....sesungguhnya, bahkan setiap orang PERNAH mengalami semua fenomena itu...yang ditandai bahwa setiap orang MEMILIKI INSTING YANG SAMA, yaitu akan menyelamatkan diri - menghindar dari amukan api yang sedang melahap kediamannya.......Demikianlah, SEMUA FENOMENA AKAN TERJADI DENGAN SEBAGAIMANA ADANYA, tinggal sejauhmana usaha manusia dalam memanfaatkan hidupnya, agar tidak terjebak terlahir kembali dalam alam neraka ataupun alam-alam yang menyedihkan lainnya.

Wahai orang baik, juga bukan karena didorong oleh insting semata, emosi sesaat itu membuat luka yang terpendam dalam batinmu.... amat disayangkan jika kita sudah bisa membantu kesusahan orang lain, namun malah menggenggam erat-erat kejahatan yang diperbuat oleh orang lain.....sekali lagi, ini adalah fenomena, bahwa sebab 'kelemahan sekecil apapun' akan bisa memberi jalan masuk bagi munculnya sebab penderitaan yang lain....Demikianlah, setiap makhluk mewarisi perbuatannya masing-masing, baik atau pun buruk.

Wahai orang baik, tugas kita selanjutnya adalah menyempurnakan kebaikan, mari kita gunakan kunci rahasia pembuka fenomena hidup itu, agar kita dapat segera terbebas dari segala beban - karena tak melekat pada perbuatan sendiri ataupun terpengaruhi oleh perbuatan orang lain, baik atau buruk...kita harus senantiasa berlatih - menyadari bahwa hidup hanyalah suatu 'proses' yang kita harus lalui dan lampaui dengan ketenangan dan kebahagiaan.........."semoga terbukalah tabir gembok sang ego yang menjadi sumber penyebabnya"......Demikianlah, setiap makhluk akan terlindung oleh karmanya sendiri.

Selamat jalan wahai orang baik, teruslah berkarya dan berbakti...jangan tercengang terlalu lama karena adanya perubahan..kematianmu memang nyata ada dan telah dinyatakan dalam jatah hidup yang tidak lama.. mari gandeng tangan ini, karena KESADARAN kita memang harus bisa keluar dari rumah yang beratap kemelekatan dan berdinding ketidaktahuan ini (seperti rumah yang tak memiliki pintu dan jendela/samsara), dan untuk tujuan itu, mari kita lakukan secara bersama-sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar