Sabtu, 26 Desember 2009

31 ALAM KEHIDUPAN ( BHUMI 31 )

Menurut pandangan agama Buddha, ada 31 alam kehidupan dan Nibbana berada diluar 31 alam kehidupan itu.
Makhluk-makhluk yang berdiam di 31 alam kehidupan ini masih mengalami kelahiran, penderitaan, dan kematian. Begitu juga dengan 31 alam kehidupan tersebut, semuanya tidaklah kekal.
Alam-alam kehidupan ini terbagi menjadi 3 kelompok besar yaitu :

1. Kama-bhumi 11
2. Rupa-bhumi 16
3. Arupa-bhumi 4

Sedangkan Nibbana itu terbebas dari kelahiran dan kematian, terbebas dari derita, kekal, ada dan tidak berubah.
Seseorang yang belum menjadi arahat, setelah meninggal dunia, akan dilahirkan dalam salah satu alam dari 31 alam kehidupan sesuai dengan karmanya.


1. Kama-bhumi 11

Kama-bhumi 11 adalah 11 alam kehidupan di mana makhluk-makhluknya masing senang dengan nafsu indera dan terikat dengan panca indera.

Alam-alam ini terbagi menjadi 2 kelompok:

A. Apaya-bhumi 4.
B. Kamasugati-bhumi 7.

Penjelasannya :

A. Apaya-bhumi 4

Apaya-bhumi 4 adalah 4 alam kehidupan yang menyedihkan.

Alam-alam ini terdiri dari :

1. Niraya-bhumi adalah alam neraka.
2. Tiracchana-bhumi adalah alam binatang.
3. Peta-bhumi adalah alam setan.
4. Asurakaya-bhumi adalah alam raksasa asura.


B. Kamasugati-bhumi 7

Kamasugati-bhumi 7 adalah 7 alam kehidupan yang didominasi oleh kesenangan indera.

Alam-alam ini terdiri dari :

1. Manussa-bhumi adalah alam manusia.
2. Catummaharajika-bhumi adalah alam empat dewa raja.
3. Tavatimsa-bhumi adalah alam tiga puluh tiga dewa.
4. Yama-bhumi adalah alam dewa yama.
5. Tusita-bhumi adalah alam kenikmatan.
6. Nimmanarati-bhumi adalah alam dewa yang menikmati ciptaannya.
7. Paranimmitavasavatti-bhumi adalah alam dewa yang membantu menyempurnakan ciptaan dari dewa-dewa lainnya.


A1. Niraya-bhumi

Suatu alam disebut niraya-bhumi ( alam neraka ), karena di alam ini tidak terdapat kesenangan dan kebahagian. Niraya-bhumi terbagi menjadi beberapa kelompok alam, diantaranya ada yang disebut

kelompok maha-naraka 8, yaitu :

1. Sanjiva-naraka.
2. Kalasutta-naraka.
3. Sanghata-naraka.
4. Roruva-naraka.
5. Maharoruva-naraka.
6. Tapana-naraka.
7. Mahatapana-naraka.
8. Avici-naraka ( Devadatta berdiam di alam ini ).

Perbuatan yang dapat mengakibatkan kelahiran di alam neraka yaitu :

1. Suka mencelakakan atau membunuh bhikkhu, samanera dan umat Buddha yang taat pada agama, atau bekerja sebagai algojo.
2. Dengan kekuasaannya memeras, menganiaya, dan membunuh makluk hidupnya.
3. Suka korupsi, mencari keuntungan berupa uang yang bertentangan dengan kebenaran, menyelewengkan uang untuk penyebaran agama, menyelewengkan ajaran agama, mencuri harta benda kepunyaan orang tua, guru, sangha dan lain-lain.
4. Dengan sengaja membakar kota, rumah, tempat ibadah, rumah sakit, kantor, dan merusak candi-candi.
5. Anti agama, tidak percaya dengan hukum karma, tumimbal-lahir, dan kebenaran yang lain.
6. Membunuh orang tua dan arahat, melukai Sang Buddha, dan memecah-belah sangha.
7. Mengugurkan kandungan, misalnya telah mengandung sebulan lalu digugurkan. Mereka yang melaksanakan KB tidak dilahirkan di alam neraka setelah kematiannya.
8. Suka berzina, suka mengadakan hubungan sex dengan suami atau istri orang lain, suka memecah-belah kerukunan suami-istri orang lain, atau merebut suami/istri orang lain untuk dijadikan teman hidup.

Pembagian perbuatan yang tidak baik, buruk , jahat dalam alam neraka :

a. Membunuh manusia : terlahir di alam sanjiva-naraka dan kalasutta-naraka.
b. Membunuh binatang : terlahir di alam sanghata-naraka dan roruva-naraka.
c. Mencuri : terlahir di alam maharoruva-naraka.
d. Membakar kota : terlahir di alam tapana-naraka.
e. Mempunyai pandangan-salah : terlahir di alam mahatapana-naraka.
f. Lima perbuatan durhaka : terlahir di alam avici-naraka.


A2. Tiracchana-bhumi

Suatu alam disebut tiracchana-bhumi ( alam binatang ), karena makhluk-makhluk yang diam di alam ini tidak mempunyai tempat yang khusus. Alam binatang termasuk ke dalam alam yang menyedihkan karena penderitaan di alam ini jauh melebihi kebahagiannya.
Selain itu karena alam ini tidak menyediakan kondisi yang cocok untuk melakukan perbuatan berjasa. Makhluk binatang ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :

1. Kelompok makhluk binatang yang dapat dilihat dengan mata biasa.
2. Kelompok makhluk binatang yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa.

Makhluk binatang juga dikelompokan berdasarkan jumlah kakinya menjadi 4, yaitu :

1. Apadatiracchana : kelompok makhluk binatang yang tidak mempunyai kaki, seperti ular, ikan, cacing, dll.
2. Dvipadatiracchana : kelompok makhluk binatang yang mempunyai dua kaki, seperti ayam, bebek, burung, dll.
3. Catupadatiracchana : kelompok makhluk binatang yang mempunyai empat kaki, seperti kerbau, kuda, singa, dll.
4. Bahupadatiracchana : kelompok makhluk binatang yang mempunyai banyak kaki seperti ulat bulu, lipan, dll.


A3. Peta-bhumi


Suatu alam disebut peta-bhumi ( alam setan ), karena makhluk yang diam di alam ini jauh dari kesenangan dan kebahagiaan. Makhluk setan tidak punya alam sendiri, mereka tinggal di alam manusia seperti di hutan, pekuburan, dan lainnya.

Makhluk setan ini terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya terdapat kelompok-kelompok setan yang disebut PETA 4, PETA 12, dan PETA 21, sebagaimana tertulis dibawah ini :
PETA 4 ( terdapat dalam kitab petavatthu-atthakatha ).

1. Paradattupajivika-peta : setan yang memelihara hidupnya dengan memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara sembahyang.
2. Khupapipasika-peta ; setan yang selalu lapar dan haus.
3. Nijjhamatanhika-peta : setan yang selalu kepanasan.
4. Kalakancika-peta : setan sejenis asura atau nama asura yang menjadi setan.

Penjelasan :

Hanya paradattupajivika-peta saja yang dapat menerima makanan yang diberikan orang dalam upacara sembahyang.
Tiga setan lainnya tidak dapat menerima makanan yang diberikan orang dalam upacara sembahyang.
Para Bodhisattva jika terlahir menjadi setan, akan menjadi paradattupajivika-peta, dan tidak akan menjadi setan lainnya.

PETA 12 ( terdapat dalam kitab gambhilokapannatti ).

1. Vantasa-peta : setan yang memakan air ludah, dahak, dan muntah.
2. Kunapasa-peta : setan yang memakan mayat manusia dan binatang.
3. Guthakhadaka-peta : setan yang memakan berbagai macam kotoran.
4. Aggijalamukha-peta : setan yang dimulutnya selalu ada api.
5. Sucimuja-peta : setan yang mulutnya sekecil lobang jarum.
6. Tanhattita-peta : setan yang dikendalikan tanha ( nafsu ) sehingga selalu lapar dan haus.
7. Sunijjhamaka-peta : setan yang bertubuh hitam seperti arang.
8. Suttanga-peta : setan yang mempunyai kuku, tangan dan kaki yang panjang dan setajam pisau.
9. Pabbatanga-peta : setan yang bertubuh setinggi gunung.
10. Ajagaranga-peta : setan yang bertubuh seperti ular.
11. Vemanika-peta : setan yang menderita di waktu siang, dan senang di waktu malam dalam kayangan.
12. Mahidadhika-peta : setan yang mempunyai kekuatan ilmu gaib.

PETA 21 ( terdapat dalam kitab suci vinaya dan Lakhanasanyutta ).

1. Atthisankhasika-peta : setan yang mempunyai tulang bersambung tetapi tidak mempunyai daging.
2. Mansapesika-peta : setan yang mempunyai daging terpecah-pecah tetapi tidak mempunyai tulang.
3. Mansapinada-peta : setan yang dagingnya berkeping-keping.
4. Nicachaviparisa-peta : setan yang tidak mempunyai kulit.
5. Asiloma-peta : setan yang berbulu tajam.
6. Sattiloma-peta : setan yang berbulu seperti tombak.
7. Usuloma-peta : setan yang berbulu panjang seperti anak panah.
8. Suciloma-peta : setan yang berbulu seperti jarum.
9. Dutiyasuciloma-peta : setan yang berbulu seperti jarum jenis kedua, lebih halus.
10. Kumabhanda-peta : setan yang mempunyai buah kemaluan yang sangat besar.
11. Guthakupanimugga-peta : setan yang bergelimangan dengan kotoran.
12. Guthakhadaka-peta : setan yang makan kotoran.
13. Nicachavitaka-peta : setan wanita yang tidak mempunyai kulit.
14. Dugagandha-peta : setan yang berbau sangat busuk.
15. Ogilini-peta : setan yang badannya seperti bara api.
16. Asisa-peta : setan yang tidak mempunyai kepala.
17. Bhikkhu-peta : setan yang berbadan seperti bhikkhu.
18. Bhikkhuni-peta : setan yang berbadan seperti bhikkhuni.
19. Sikkhamana-peta : setan yang berbadan seperti pelajar wanita atau calon bhikkhuni.
20. Samanera-peta : setan yang berbadan seperti samanera.
21. Samaneri-peta : setan yang berbadab seperti samaneri.


A4. Asurakaya-bhumi

Suatu alam di sebut asurakaya-bhumi ( alam raksasa asura ), karena makhluk yang tinggal di alam ini jauh dari kemulian, kebebasan, dan kesenangan.

Pembagian makhluk yang disebut asura yaitu :

1. Dewa-asura : kelompok dewa yang disebut asura.
2. Peta-asura : kelompok setan yang disebut asura.
3. Niraya-asura : kelompok makhluk neraka yang disebut asura.

Penjelasan :

1. Mereka yang kadar keserakahannya ( lobha ) tinggi akan dilahirkan di alam setan atau alam asurakaya setelah kematiannya. Ada pernyataan dalam bahasa Pali berbunyi sebagai berikut :

YEBHUYYAYENA HI SATTA TANHAYA PETTIVISAYAM UPPAJJANTI.
Artinya :

Semua makhluk sebagian besar akan dilahirkan menjadi setan ( peta ) dan raksasa asura ( asurakaya ) dengan kekuatan keserakahan ( lobha ).

2. Mereka yang kadar kebenciannya tinggi ( dosa ) akan dilahirkan di alam neraka setelah kematiannya. Ada pernyataan dalam bahasa Pali berbunyi sebagai berikut :

DOSENA HI CANDAJATATAYA DOSASADISAM NIRAYAM UPPAJJANTI.
Artinya :

Semua makhluk dilahirkan di alam neraka ( niraya ) dengan kekuatan ( dosa ).
3. Mereka yang banyak kadar kebodohannya tinggi ( moha ) akan dilahirkan di alam binatang setelah kematiannya. Ada pernyataan dalam bahasa Pali berbunyi sebagai berikut :

MOHENA HI NICCASAMMULAHAM TIRACCHANAYONIYAM UPPAJJANTI.
Artinya :

Semua makhluk dilahirkan di alam binatang ( tiracchana ) dengan kekuatan ( moha ).



B1. Manussa-bhumi


Suatu alam di sebut alam manusia ( manussa-bhumi ), karena makhluk yang disebut manusia ini :
1. Mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.
2. Mengetahui yang berguna dan yang tidak berguna.
3. Mengetahui yang berfaedah dan yang tidak berfaedah, dan lain-lain.

Pikiran makhluk manusia sangat tajam sehingga bisa melakukan hal yang baik ataupun hal yang buruk yang luar biasa.
Manusia mampu mengembangkan tingkat ke-Buddha-an dan juga melakukan perbuatan durhaka. Di alam ini manusia bisa merasakan kesenangan dan penderitaan, tetapi karena alam ini menawarkan kesempatan untuk memperoleh nibbana, maka alam ini dikategorikan sebagai alam bahagia ( sugati-bhumi ).


B2. Catummaharajika-bhumi


Alam ini disebut catummaharajika-bhumi ( alam empat raja dewa ), karena di alam tersebut berdiam empat raja dewa yang bernama :

1. Dava-dhatarattha : raja dewa yang memimpin bagian / arah timur, memimpin para gandhabba ( dewa musisi ).
2. Dava-virulhaka : raja dewa yang memimpin bagian / arah selatan, memimpin para kumbhanda ( penjaga hutan, gunung, dan harta karun yang tersembunyi ).
3. Dava-virupakkha : raja dewa yang memimpin bagian / arah barat, memimpin para naga ( makhluk setengah dewa yang berbentuk naga ).
4. Dava-vessavana : raja dewa yang memimpin bagian / arah utara, memimpin para yakkha ( makhluk halus ).

Catummaharajika-bhumi juga sering dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

1. Bhumamattha-devata : para dewa yang diam di atas tanah. Seperti gunung, sungai, laut, rumah, cetiya, vihara dan lain-lain.
2. Rukakhattha-devata : para dewa yang diam di atas pohon. Dewa ini dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok dewa yang mempunyai kayangan di atas pohon, dan kelompok dewa yang tidak mempunyai kayangan di atas pohon.
3. Akasattha-devata : para dewa yang diam di angkasa. Seperti di bulan, bintang, dan planet lainnya.


B3. Tavatimsa-bhumi


Alam ini disebut tavatimsa-bhumi ( alam tiga puluh tiga dewa ) karena dahulu kala ada sekelompok pria yang berjumlah 33 orang selalu bekerja sama dalam berbuat kebaikan, seperti bersama-sama membantu fakir miskin, membangun vihara, dan lain-lain.

Sewaktu mereka meninggal dunia semuanya terlahir dalam satu alam, yang disebut alam tiga puluh tiga dewa ( tavatimsa-bhumi ). Pemimpin alam ini adalah Sakka, yang juga dikenal sebagai Indra, yang berdiam di istana vejayanta di ibukota kerajaan yang bernama Sudassana.


B4. Yama-bhumi


Alam ini disebut yama-bhumi ( alam dewa yama ), karena para dewa yang berdiam di alam ini terbebas dari kesulitan, yang ada hanya kesenangan. Pemimpin alam ini adalah raja dewa Suyama.


B5. Tusita-bhumi


Alam ini disebut tusita-bhumi ( alam penuh kebahagian ), karena para dewa yang berdiam di alam ini terbebas dari kepanasan hati, yang ada hanya kesenangan dan kenikmatan. Alam ini adalah alam tempat tinggal para Bodhisatta sebelum menjadi Sammasambuddham.


B6. Nimmanarati-bhumi


Alam ini disebut nimmanarati-bhumi ( alam dewa yang menikmati ciptaannya ), karena para dewa yang berdiam di alam ini menikmati kesenangan dari obyek panca indera hasil ciptaan pikirannya.




B7. Paranimmitavasavatti-bhumi



Alam ini disebut paranimmitavasavatti-bhumi ( alam dewa yang membantu menyempurnakan ciptaan dari dewa-dewa lainnya ).
Para dewa yang diam di alam ini, selain menikmati kesenangan panca indera, juga mampu membantu menyempurnakan ciptaan dewa-dewa lainnya.


Berdasarkan kitab vibhanga, umur dewa catummaharajika adalah 500 tahun. 1 ( satu ) hari di alam dewa catummaharajika sama dengan 50 ( lima puluh ) tahun manusia.
Bila 1 bulan sama dengan 30 hari dan 1 tahun sama dengan 12 bulan, maka umur makhluk dewa catummaharajika adalah 9 juta tahun manusia.


Perbedaan alam manusia dengan alam dewa

Di alam dewa, ariya-puggala ( makhluk suci ) lebih banyak dari alam manusia, dan juga perkembangan Buddha Dhamma di sana lebih maju dari alam manusia, karena pada jaman Yang Maha Sempurna Buddha Gotama banyak umat Buddha dan anggota sangha setelah mendengar khotbah langsung dari YMS Buddha Gotama mencapai tingkat-tingkat kesucian seperti sotapanna dan sakadagami. Setelah meninggal dunia sebagian besar dilahirkan di ke-6 tingkat alam dewa itu.

Bila para dewa mempunyai kesempatan untuk mendengar dan melaksanakan dhamma dan vinaya, mereka dapat mencapai tingkat-tingkat kesucian seperti sotapanna, dan yang lainnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan alam manusia. Oleh sebab itu, di alam dewa, ariya-puggala lebih banyak, perkembangan Buddha dhamma lebih maju, dan ada beberapa segi kehidupan yang lebih baik dari alam manusia.

Alam manusia mempunyai keistimewaan yang tidak terdapat di alam dewa. Di alam manusia ada sangha ( persaudaraan bhikkhu ), ada yang mengajar dan belajar Tripitaka.
Sedangkan, di alam dewa tidak ada sangha, dan tidak ada yang mengajar Tripitaka. Para Bodhisatta yang ingin meneruskan paramita 10 ( 10 macam kesempurnaan ) hingga dapat mencapai tingkat Buddha sebagian besar lahir di alam manusia.



2. Rupa-bhumi 16


Rupa-bhumi 16 adalah 16 alam kehidupan tempat tinggal para rupa-brahma ( makhluk yang mempunyai rupa-jhana ). Makhluk yang memiliki rupa-jhana akan terlahir di salah satu alam ini bila sesaat sebelum kematiannya masih memiliki kekuatan jhana-nya. Alam rupa-brahma jhana 1 sampai jhana 3 terbagi berdasarkan kadar kekuatan jhana-nya ( lemah, sedang, dan kuat ). Alam rupa-brahma ini terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :

A. Pathamajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana pertama.

A.1. Brahma parisajja-bhumi : alam para pengikut brahma.
A.2. Brahma purohita-bhumi : alam para menterinya brahma.
A.3. Maha brahma-bhumi : alam brahma yang besar.


B. Dutiyajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana kedua.

B.1. Brahma parittabha-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya kecil.
B.2. Brahma appamanabha-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya tak terbatas.
B.3. Brahma abhassara-bhumi : alam para brahma yang kemilau cahayanya gemerlapan.


C. Tatiyajjhana Bhumi 3 : 3 alam kehidupan jhana ketiga.


C.1. Brahma parittasubha-bhumi : alam para brahma yang auranya kecil.
C.2. Brahma appamanasubha-bhumi : alam para brahma yang auranya tak terbatas.
C.3. Brahma subhakinha-bhumi : alam para brahma yang auranya penuh dan tetap.


D. Catutthajjhana Bhumi 7 : 7 alam kehidupan jhana keempat.


D.1. Brahma vehapphala-bhumi : alam para brahma yang besar pahalanya.
D.2. Brahma asannasatta-bhumi : alam para brahma yang tidak mempunyai kesadaran ( hanya jasmani, tidak punya batin )



Selanjutnya, alam-alam dari jhana keempat ini di namai alam suddhavassa 5. 5 alam kediaman yang murni, alam kehidupan khusus untuk para anagami.


D.3. Brahma aviha-bhumi : alam para brahma yang tahan lama.
D.4. Brahma atappa-bhumi : alam para brahma yang tentram.
D.5. Brahma sudassa-bhumi : alam para brahma yang indah.
D.6. Brahma sudassi-bhumi : alam para brahma yang berpandangan terang.
D.7. Brahma akanittha-bhumi : alam para brahma yang luhur.


Penjelasan :

Anagami yang akan lahir di alam suddhavasa, adalah beliau yang mempunyai pancamajjhana-kusala dan 5 indriya yang kuat yaitu :

a. Beliau yang kuat dalam keyakinan ( saddindriya ), lahir di alam aviha-bhumi.
b. Beliau yang kuat dalam usaha ( viriyindriya ), lahir di atappa-bhumi.
c. Beliau yang kuat dalam kesadaran ( satindriya ), lahir di sudassa-bhumi.
d. Beliau yang kuat dalam konsentrasi ( samadhindriya ), lahir di sudassi-bhumi.
e. Beliau yang kuat dalam kebijaksanaan ( pannindriya ), lahir di akanittha-bhumi.


Anagami yang tidak mempunyai pancamajjhana-kusala tidak akan terlahir di alam suddhavasa 5. Beliau akan terlahir pada salah satu alam rupa-bhumi, karena walaupun beliau tidak memiliki jhana, sewaktu akan meninggal dunia, “ maggasiddhi-jhana “ muncul inilah para anagami dilahirkan pada salah satu alam rupa-bhumi ( tidak termasuk alam suddhavasa )



3. Arupa-bhumi 4


Arupa-bhumi 4 adalah 4 alam kehidupan tempat tinggal para arupa-brahma ( makhluk yang mempunyai arupa-jhana ).




1. Akasanancayatana-bhumi : Keadaan dari konsepsi kesadaran ruangan yang tanpa batas.
2. Vinnanancayatana-bhumi : Keadaan dari konsepsi kesadaran tanpa batas.
3. Akincannayatana-bhumi : Keadaan dari konsepsi kekosongan.
4. Nevasannanasannayatana-bhumi : Keadaan dari konsepsi bukan pencerapan pun bukan tidak pencerapan.

Penjelasan :
a. Rupa-brahma berarti brahma bermateri, yaitu brahma yang mempunyai pancakkhanda ( lima kelompok kehidupan ).
b. Arupa-brahma berarti brahma tak bermateri, yaitu brahma yang hanya mempunyai namakkhandha ( kelompok batin : vedanakkhandha, sannakkhandha, sankharakkhandha, dan vinnanakkhandha ), tidak mempunyai rupakkhandha ( kelompok jasmani/materi ).
c. Dalam rupa-bhumi 16, ada alam yang bernama “ asannasatta-bhumi “ ( lihat No. 2, bagian 3-4 catuttha jhana bhumi 7, dalam rupa-bhumi 16 ). Brahma asannasatta ini hanya mempunyai jasmani ( rupa ), tidak mempunyai batin ( nama ).

PERLU DIKETAHUI :
1. Dalam 31 alam kehidupan, sesuai dengan jalannya hukum karma, kita pernah dilahirkan pada 26 alam kehidupan ( tidak termasuk alam suddhavasa 5 ), karena alam suddhavasa khusus untuk anagami. Anagami yang berada di alam suddhavasa tidak akan dilahirkan lagi pada alam-alam kehidupan yang lain, mereka akan menjadi arahat di alam suddhavasa 5.
2. Malaikat dalam Agama Buddha. Menurut kamus umum bahasa Indonesia ( Ejaan Baru ) oleh WJS Poerwadarminta halaman 626, malaikat berarti orang halus ( roh ) di surga. Yang Maha Sempurna Buddha Gotama juga pernah mengajarkan tentang orang halus di surga, yang disebut dewa.
3. Apaya-bhumi 4 ditambah dengan kamasugati-bhumi 7 disebut kama-bhumi 11. Rupa-bhumi 16 ditambah dengan arupa-bhumi 4 disebut brahma-bhumi 20. Kamasugati-bhumi 7 ditambah dengan brahma-bhumi 20 disebut sugati-bhumi 27. Sugati-bhumi 27 ditambah dengan apaya-bhumi atau dugati-ahetuka-bhumi 4 disebut bhumi 31, atau disebut 31 alam kehidupan.


Sumber : Abhidhammatthasangaha oleh Pandit J. Kaharuddin

Oleh : Charles Ben

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar