Senin, 28 Desember 2009

Kicauan Perkutut dan Ocehan Boss

Seorang ayah pada hari minggu pagi sedang menikmati hobynya yaitu main burung perkutut,"Tur ku tut ku tut ku tut,tur ku tut ku tut ku tut." demikianlah burung tersebut bersiul membuat senang seorang laki-laki yang baru bangun dan masih pakai sarung dan kaos oblong.

Tiba-tiba di rumah telepon berbunyi,dan anak laki-lakinya yang masih berumur 8 tahun pun mengangkatnya,"Halo ini Ciapa?:" Kata anaknya.

"Oh anaknya Pak Indra ya!"

"Iya Om! Om mau cari papa ya?"

"Iya bilangkan sama Papa,bosnya dari perusahaan panggil ya! Baik Om! Anak tersebut meletakkan telepon dan ke belakang menjumpai Papanya,"Papa! ada telepon dari om-om,katanya mau cari Papa!"

Saat itu Papanya lagi asyik dengan burung perkututnya,"Tur ku tut ku tut ku tut,tur ku tut ku tut ku tut," Lalu Papanya menjawab dengan entengnya,"Ha! mengganggu orang saja,bilangkan Papa tidak ada di rumah! sana!"

Lalu Sang anak kembali ke ruang tamu dan mengangkat telepon kembali," Halo Om! Papa saya bilang ,Papa tidak ada di rumah!"

"Ha Apa!" Sang Bos menegaskan kembali takut dia salah pendengaran.

"Iya Om,Tadi Papa saya bilang Papa tidak ada di rumah!" Sang Bos pun naik pitam dan berpesan kepada Sang anak,"Bilang sama Papamu,kalau Papamu pembohong,Ini Bosnya Pak Hendra,besok kalau masuk kerja nanti gajinya saya potong! Cepat bilang sama Papamu!"

Sang Anak berlari-lari lagi ke belakang menjumpai ayahnya,"Papa! Tadi Om Hendra bilang Papa pembohong dan gajinya mau dipotong besok kalau Papa masuk kerja..."

"Ha Apa!" Sang Ayah baru menyadari kesalahannya,"Tadi kamu bilang apa sama Om Hendra? anaknya menjawab,"Saya bilang yang seperti Papa bilang!"

"Iya tapi kamu ngomongnya gimana?"

"Saya bilang;Papa bilang Papa ngak ada di rumah!"

"Aduh! Celaka! (sambil memegang keningnya),jadi kamu bilang Papa yang bilang? Aduh! mati Aku! mati aku!" Sang papa berjalan mondar-mandir sambil berpikir bagaimana untuk menghadapi sang bos besok,tiba-tiba burung perkutut berbunyi lagi,"Tur ku tut ku tut ku tut ,tur ku tut ku tut ku tut," Kali ini suara burung perkutut bagi Sang Ayah tidak merdu lagi,bahkan sang ayah menyepak sangkar burung perkutut,sambil berteriak,"Diam...!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar