Selasa, 29 Desember 2009

Buddha Berhala!

Kita akan membahas mengenai "berhala" sebagaimana kita sering dicap sebagai begituan.

Apakah Berhala itu?
berhala merupakan konsep pemujaan kepada sesuatu kekuatan(force) yang tidak kita ketahui namun kita sembah dan akhirnya menjadikan dia sebagai Yang Tertinggi Yang Dapat Menyelamatkan Semua Orang dan akhirnya manusia terjerat dengan ritual-ritual yang kadang sampai mengorbankan nyawa. dalam istilah,manusia diperbudak oleh kepercayaan akan kekuatan yang ia tidak tahu.

Darimanakah asal konsep Berhala?
Ketika manusia mulai memperhatikan gejala alam dan akhirnya mengidentifikasi mereka sebagai personifikasi alam disaat itulah pemujaan dimulai.Zaman purba mengenal adanya interpretasi kekuatan alam seperti petir,gempa bumi,gunung meletus, angin topan dan berbagai gejala yang akhirnya dianggap bahwa sejumlahkekuatan pasti menyebabkan terjadinya hal itu ,marilah kita sembah.
Konsep paganism merupakan konsep awal yang disempurkan,contohnya bisa terlihat dari zaman Yunani mengenal adanya dewa yang dihubungkan langsung dengan berbagai kejadian seperti Zeus mengendalikan petir. seiring perkembangan waktu, manusia mulai memuja idol-idol yang seperti ini. di setiap tempat di dunia pasti akan memiliki pemujaan hal yang sama.
Perkembangan paganism termasuk didalamnya penyembahan dewa dewi(god and goddess), mengidolakan sebuah fenomena sebagai pemujaan(cth:dewi bulan,dewa matahari,dewi kecantikan,dewi kesuburan) dan terakhir menggunakan/meminjam kekuatan darinya.

Penggunaan term 'berhala'
Setelah zaman golden age dimulai,pandangan Theistik mulai muncul dengan mengangkat semua gejala/fenomena berasal dari Satu Jiwa yang dipersonifikasikan sebagai Tuhan. hanya ada satu Tuhan dan semua kehidupan di dunia berasal darinya.jadi dia bertanggungjawab untuk menciptakan kemudian melindungi serta menjatuhkan hukuman.
Istilah berhala digunakan oleh Yahudi pertama kalinya sebagai agama Theistik tertua di dunia. Pada saat Yes Us mulai mengajarkan pandangan Karesten,dipopulerkanlah term'berhala' dengan mengusung 10 Larangan dari Tuhan yang salah satunya adalah dilarang mengidolakan tuhan lain selain Tuhan.
Hal ini berpengaruh pada sistem paganism yang telah ada di sekitar tempat tinggal Yes Us karena saat itu mereka menggunakan persembahan patung.
Hal ini juga berpengarahu langsung kepada penyebaran agama Islam yang merupakan agama theistik.

Pandangan Buddhism mengenai Berhala.
Buddhism dikenal dengan patung Buddha dan dewa dewi yang biasanya ada di vihara ataupun altar rumah. Buddhism berangkat dari India yang mengenal banyak dewa - dewi.
Sang Buddha menjelaskan kepada kita bahwa penyembahan dewa dewi sesungguhnya adalah karma baik karena kita menghormati mereka yang bercahaya(deva = yang bercahaya) namun mereka juga berada didalam alam sengsara. apa yang dimaksud menyembah dewa dewi sesungguhnya hanya dibatasi sampai menghargai mereka yang memiliki perjuangan sampai terlahir di alam bahagia,hal ini patut kita contoh,dan Sang Buddha membabarkan jalan untuk terlahir sebagai Deva.

Setelah Buddha parinibbana, dibuatkan patung Buddha untuk dapat selalu mengenang Buddha,meneladani sikap postur dari figur Buddha,muncullah beragam bentuk patung Buddha,yang paling common kita jumpai adalah posisi meditasi dengan bentuk tangan memutar roda Dhamma.Beberapa versi cerita menceritakan bahwa seorang naga bertanya kepada Sang Buddha,jikalau Sang Buddha parinibbana,mereka harus menghormat kemana,lalu Sang Buddha menapakkan kakinya di tanah dan membentuk jejak kaki. Sang Buddha kembali menjelaskan bahwa jangan menganggap sebagai objek pemujaan namun sebagai objek penghormatan, meneladani seluruh sikap dan belajar untuk mencapai Nibbana.

Jadi kembali lagi bahwa Buddhism tidak mengangkat patung sebagai sentral puja-puja namun seabgai figur teladan yang menunjukkan Sang Buddha telah terlahir di dunia dengan DhammaNya yang Agung yang bisa kita selami dengan kebijaksanaan dan Sangha ,tempat kita belajar.
"Ingatlah Oh Para Bhikkhu,ketika kamu mengingat Buddha,ingatlah Dhamma,ketika kamu mengingat Dhamma,ingatlah Sangha,ladang kebajikan dan ketika kamu mengingat hal ini semua,kekhawatiran tidak akan muncul dalam dirimu."

Konklusi :
Seorang Buddhist bukanlah seorang penyembah sesuatu kekuatan yang tidak ia ketahui, karena patung Buddha adalah sebuah figur teladan,figur positif yang selalu mengingatkan kita pada Jalan yang Benar. Sang Buddha melalui Dhammanya telah mengajarkan dengan sempurna pengetahuan mengenai Jalan menuju Nibbana.Marilah kita meneladaninya dengan kebijaksanaan dan cinta kasih.

Term berhala hanya akan efektif bila ditujukan kepada penyembahan sebuah kekuatan yang tidak kita ketahui dan akhirnya kita diperbudak oleh pemikiran akan adanya kekuatan itu. Buddhisme sama sekali menolah pemikiran aneh karena tidak membawa perkembangan batin yang baik. patung buddha sendiri bukan objek sesembahan karena kita mengenal konsep Kamma yaitu bahkan ketika kamma buruk kita berbuah,tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menolong kita keluar kecuali kita berbuat lebih banyak kamma baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar