Sabtu, 26 Desember 2009

Kosmologi dan Buddhisme

"Ajaranku bukanlah suatu doktrin atau filosofi. Ajaranku bukanlah hasil pemikiran diskursif ataupun rekayasa mental seperti berbagai filosofi yang telah merasa puas bahwa esensi fundamental alam semesta adalah api, air, tanah, ataupun roh, atau bahwa alam semesta tidaklah terbatas atau tanpa batas, bersifat sementara ataupun kekal. Rekayasa mental dan pemikiran diskursif mengenai kebenaran bagaikan semut-semut yang berjalan mengelilingi bibir mangkuk--mereka tak akan pernah sampai ke mana-mana.

Ajaranku bukanlah suatu filosofi. Ajaranku merupakan hasil pengalaman langsung. Hal-hal yang kukemukakan berasal dari pengalamanku sendiri. Engkau dapat mengkonfirmasikan semuanya melalui pengalaman langsungmu sendiri. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tidaklah kekal dan tanpa diri yang terpisah. Ini telah kupelajari dari pengalaman langsungku sendiri. Engkau juga bisa. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tergantung pada segala sesuatu lainnya untuk muncul, berkembang, lalu menghilang. Tak ada sesuatu pun yang diciptakan dari satu sumber yang tunggal dan orisinil. Secara pribadi aku telah mengalami kebenaran ini dan engkau pun juga bisa. Tujuanku bukanlah untuk menjelaskan alam semesta melainkan membantu memandu orang-orang lain untuk mendapatkan pengalaman langsung akan realita. Kata-kata tak mampu melukiskan realita. Hanya pengalaman langsung yang memungkinkan kita untuk melihat wajah sejati realita."

mari kita masuk ke tema KOSMOLOGI & Buddhisme.

Hubungan Antara Agama Buddha Dengan Kosmologi Modern Yang Keduanya Terbukti Amat Dekat Dan Sejalan (akseleratif. Banyak Penemuan Dalam Bidang Kosmologi Yang Di Lakukan Oleh Para Ilmuwan Modern Ternyata Telah Diajarkan Oleh Buddha Pada Kitab Kitab Suci Tripitaka 2500 Tahun Yang Lampau.

Para Ilmuwan Dewasa Ini Menyatakan Bahwa Alam Semesta Merupakan Serangkaian Pengembangan, Penciutan, Pengerutan, Dan Penghancuran Berupa Ledakan Besar (big Bang) Yang Berlangsung Secara Terus Menerus Tanpa Akhir. Dengan Kata Lain, Ini Adalah Suatu Rangkaian Fenomena Yang Tidak Berujung Pangkal Yang Kemudian Di Sebut Teori "pulsating" Dari Alam Semesta

Sang Buddha Telah Mengajarkan Hal Yang Sama 2500 Tahun Yang Lalu.
Marilah Kita Meneliti Apa Yang Beliau Ungkapkan Dalam Bhyaberava Sutta ( Suttake 4 Dari Majjhima Nikaya ) ::

" Ketika Pikiranku Terkonsentrasi Dengan Demikian Termurnikan, Tidak Tercela, Mengatasi Semua Kekotoran, Dapat Di Arahkan,serta Tenang. Aku Memusatkan Pada Kelahiran Kelahiran Yang Lampau Satu...dua...ratusan...ribuan Banyak Kalpa Dari Penyusutan Dunia, Banyak Kalpa Pengembangan Dan Penyusutan Dunia...."

Menurut Buddhisme, Pembentukan Planet Bumi Memerlukan 20 Kalpa Menengah, Dimana Satu Kalpa Kecil Memakan Waktu 139.600.000 Tahun. Berdasarkan Rujukan Ini, Maka Masa Pembentukan Planet Bumi (fase Pembentukan) Memerlukan Waktu 2.780.000.000 Tahun Atau Hampir 3 Milyar Tahun. Inti Nya, Menurut Buddhisme, Pembentukan Planet Bumi Memerlukan Waktu Miliaran Tahun, Bukan Enam Hari Atau Enam Ribu Tahun.
Para Ahli Astrofisika Dan Ahli Geologi Setujubahwa Umur Bumi Bukan Ribuan Melainkan Sudah Miliaran Tahun.

Sains juga telah mengungkapkan akan banyak nya galaksi dan dunialain. Secara mengagumkan , Buddha juga telah mengajarkan hal yang sama yang tertuang dalam Ananda Sutta (Angutara Nikaya III, , 80) :

"Ananda apakah kau pernah mendengar tentang seribu Culanikaloka-dhatu (tata surya kecil) ..?...Ananda, sejauh matahari dan bulan berotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas seribu tata surya. Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu semeru, seribu Jambudvipa, seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavidehana....Inilah Ananda, yang dinamakan seribu tata surya kecil....."

Buddha juga telah mengajarkan aneka bentuk galaksi yang ada di alam semesta ini sebagaimana yang ada pada Avatamsaka Sutra bab 4 :

"Putra-putra Buddha, sistem-sistem dunia (galaksi) tersebut memiliki aneka bentukdan sifat sifat yang berbeda. Jelas nya, beberapa di antara mereka bulat bentuknya, beberapa di antaranya segi empat bentuknya, beberapa diantara nya tidak bulat dan tidak pula segi empat. Ada perbedaan (bentuk) yang tak terhitung. Beberapa bentuknya seperti pusaran, beberapa seperti gunung kilatan cahaya, beberapa seperti pohon, beberapa seperti bunga, beberapa seperti istana, beberapa seperti mahkluk hidup, beberapa seperti Buddha...."

Galaksi yang berbentuk seperti pusaran termasuk galaksi kita sendiri, Bima Sakti, dan galaksi terdekat yaitu Andromeda. Galaksi yang berbentuk seperti makhluk hidup termasuk diantara nya galaksi Nebula Kepala Kuda (Horse head Nebula). Hal yang mengagumkan adlahbahwa Buddha telah mengetahui berbagai bentuk galaksi padahal keberadaan galaksi-galaksi tersebut baru bisa diketahui para ilmuwan dewasa ini dengan menggunakan teleskop yang paling canggih.

Fase Pembentukan Planet Bumi Selama 2,78 Milyar Tahun Tersebut Belum Termasuk Fase Kediaman (adanya Mahkluk Hidup Yang Berdiam). Fase Kediaman Menurut Buddhisme, Sudah Memasuki Kalpa Ke 11. Biladi Gabungkan Fase Pembentukan Bumi Dengan Fase Kediaman Yang Sudah Memasuki Kalpa Ke 11, Maka Total Unsur Bumi Menurut Buddhisme Adalah 4,38 Milyar Tahun.
Adapun Menurut Estimasi Ahli Geologi, Umur Bumi Adalah Sekitar 4,55 Milyar Tahun. Kedekatan Kedua Angka Tersebut Benar Benar Telah Mencengangkan Banyak Orang.

Bila telah memasuki kalpa ke 11, berarti masih ada 9 kalpa kecil lagi sebelum bumi memulai proses kehancuran yang juga memerlukan waktu 20 kalpa kecil. Jadi menurut Buddhisme, akhir jaman (kiamat) itu ada tetapi masih sangat lama dari sekarang. Proses kehancuran Bumi juga dijelaskan secara rinci dibeberapa sutta Buddhis. namun karena hari kiamat belum terjadi sehingga tidak bisa di lakukan studi perbandingan dengan sains.

Sebagai Penutup, Akan Saya Kutip Sebuah Bait Dari Salistamba Sutra Ayat Ke 37 Yang Berbunyi Demikian

"lebih Jauh Lagi Sariputra, Hal Tersebut Bagaikan Rembulan Pada Langit Yang Indah, Yang Berjarak 42.000 Yojana Dari Bumi"
Yojana Adalah Ukuran Jarak India Kuno, Dimana Ukuran Tersebut Merupakan Jarak Yang Di Tempuh Oleh Pasukan Berkuda Dalam Waktu Sehari (+/- 10 Km) . Dengan Demikian 42.000 Yojana Adalah Sekitar 420.000 Km.
Hal Ini Sangat Dekat Dengan Jarak Yang Sebenar Nya Dari Bumi Ke Bulan, Yakni Sekitar 400.000 Km. Akurasi Dalam Perhitungan Jarak Bulan Dari Bumi Bisa Di Anggap Sebagai Hal Yang Luar Biasa Pada Zaman Itu, Karena Peralatan Astronomi Modern Belum Ada Sama Sekali Pada Mas Kehidupan Buddha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar