Senin, 28 Desember 2009

CINTA MENURUT SEORANG BHIKKHU

by : Bhante Dip

Cinta adalah suatu kata yang dipakai untuk menunjukkan ada PERASAAN..yang kadarnya lebih besar daripada suka atau simpati...dalam cinta ada keinginan untuk memiliki, ada cemburu, khawatir dan gelisah di dalamnya…di sana ada ilusi YANG BISA MEMBUTAKAN!

Ada yang mengatakan love is a miracle…namun sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan cinta sebagai sesuatu yang ajaib, dan indah!…saya pikir, timbul rasa cinta terhadap orang lain adalah hal yang alami dan bisa terjadi pada siapa saja, tidak memandang jenis makhluk, kelamin, bangsa, agama, umur, atapun profesi..… Ada orang yang terberkahi dengan cinta, namun tak sedikit pula ada orang yang seumur hidupnya hanya sibuk mengais-ngais cinta (fenomena ini, RAHASIANYA TELAH DIUNGKAP DENGAN SEMPURNA oleh Ajaran Kebenaran tentang hukum karma dan tumimbal lahir).

Banyak yang tertipu oleh rasa bahagia saat cinta itu datang mengawali….oleh karena itulah, saya ingin kita semua sama-sama mempelajari cinta dengan bijak….MEMAHAMI KENYATAAN...mengetahui seperti halnya rasa benci yang bisa berubah menjadi rasa cinta .........demikian juga, cinta adalah sesuatu yang BISA BERUBAH….menjadi perasaan yang bisa membunuh logika/penalaran/kebijaksanaan.

KENALI CINTA – KENALI DIRI SENDIRI
Karena perasaan cinta ‘yang bisa tiba-tiba muncul itu’, maka bagi mereka yang tidak pernah mengontrol batinnya……..DIA PASTI DENGAN MUDAHNYA TERPERANGKAP….bukan oleh cinta, tapi oleh ketidaktahuannya sendiri tentang cinta………oleh perasaan ‘sesaat’ yang belum diselaminya dengan sungguh-sungguh.

HANYA mendengar suaranya…..HANYA diberi setangkai bunga… HANYA dipuji sedikit saja… HANYA karena kerupawanannya…dan lain-lain….rasa cinta itu berhasil membuainya…tidak aneh juga jika orang-orang yang ada di sekitarnya: orang tua, saudara, guru, teman-teman bahkan pemuka agamanya…..jadi ikut kelimpungan!

Menerima cinta dari orang lain haruslah dengan PENGUJIAN dengan waktu yang cukup.
Menghadirkan cinta kepada orang lain haruslah dengan KESETIAAN yang berkelanjutan.

Sungguh bijak jika cinta bukan muncul dari sesuatu yang dipaksakan….jika berani untuk mengungkapkan rasa cinta maka harus juga bisa memaklumi apapun segala resiko yang mengikutinya…. Yang jelas…janganlah meninggalkan jejak-jejak buruk manakala sudah tidak ada lagi rasa cinta lagi padanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar