Sabtu, 26 Desember 2009

Puisi dari Sefung utk perjuangan Buddha

Terimakasih Sefung)

mungkin lebih baik kulit ini di lepas utk menghalau
panasnya matahari dgn cinta kasihMU...selama 1 kalpa
dan bagian tubuh di giling perbagian demi bagian dipersembahan
kepada semua makhluk
jika itu bisa membuat seseorang menjadi Buddha ....
ataupun....
tulang ini di hancurkan menjadi abu utk dipersembahkan pada bumi..
tapi itulah blm cukup.....
saat pertama kali Kau bertapa
berapa banyak kerinduan yg kau pendam kepada
org yg Kau cintai ...oh Buddha....
apakah tekanan batin, kerinduan sll tersimpan di benakMu....?
berkalpa kalpa yg tidak bisa kubayangkan...kau begitu menderita
untuk menuntaskan tekad suciMU...
kau melakukan hal ini terus menerus sampai sempurna....
saat pertama kali kau belajar utk meninggalkan duniawi ini..
apakah ada tetesan air mata terhadap org tua, istri dan anakMU ?
kau kedinginan seorang diri
kau kesepian meninggalkan semua yg terikat
sendiri berjuang dgn tujuan menyelamatkan semua makhluk....
saat pertama menutup mata ini
kau... melawan semua kerinduan dan cinta....
Kau menahanya dengan dgn tekadMU....
berkalpa-kalpa Kau melakukan ini terus menerus
hingga saat ini Kau ada hadir di dunia ...
kau persembahkan kepada kami sebuah dharma yg begitu indah...
entah apa jadinya perbuatan kami....
bila disini semua tidak mengenal diriMU...
mungkin kami tidak mengenal hukum karma tapi percaya pengampuanan dosa
saat kami melangkah ...saat kami duduk dan terdiam
ada sebagian org yg sudah menjadi adat
yg berusaha membuat kami menjauhkan dari diriMu....
bagaikan Mara yg bodoh beranggan anggan lahir ditanah Buddha....
Oh..Buddha Kau adalah Maha Bijaksana dan Maha Kasih
bila kami mendengar hal seperti itu
semoga kami bisa menerimanya dgn bijak...
tanpa ada dendam, benci dan dengki ....
tanpa menodai namaMU....
karena ajaranMU tidak mengajari kami untuk menghina ajaran lain....
sangatlah sulit untuk dilahirkan sebagai manusia
juga .... sangatlah sukar untuk menjalani kehidupan ini
dimana lika liku perjalanan terjebak akibat perbuatan ...
dharma telah ditaruh ditengah-tengah didunia ini
mudah sekali untuk ditemukan tapi...
sangatlah sukar untuk dipahami....
begitu banyak kehidupan
begitu pula banyak kelahiran...
tidak mengenal satupun ajaranMU hingga terjebak oleh
penderitaan menyebabkan kelahiran dan kematian
hari demi hari dari masa lampau hingga sekarang
tidak menghasilkan satu pun benih kebajikan
akhirnya hanya bisa menjalani kehidupan tanpa kebahagiaan
jika dalam kehidupan yg akan datang...
saya tidak bisa menemukan dan belajar dharmaMu lagi
dengan gembira, saya akan lari keneraka
berharap dapat bertemu dengan seorang Buddha atau Boddhisatva
untuk mendapatkan sebuah permata Dharma....
tanpa DharmaMU mungkin saya adalah serorg penyamun
yg hadir ditengah-tengah dunia ini.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar