Senin, 28 Desember 2009

ORANG GILA vs ORANG JAHAT

by : Bhante Dip

Kemarin siang brother Ronny bertanya: “Bhante, orang gila yang tidak mempunyai kesadaran yang cukup baik, jika melakukan karma buruk, apakah dia masih akan menerima akibat dari perbuatan buruknya itu? ” (……… mari kita bahas bersama ……….)

Ada ‘kadar’ kegilaan yang berbeda dalam kesadaran diri orang-orang gila…. Menilik karakter orang-orang gila tersebut, tak ubahnya mereka itu sudah menjadi seperti manusia binatang atau seperti manusia hantu. (memiliki tubuh manusia namun memiliki batin yang hanya digerakkan ‘insting’ untuk mencari kebutuhan ‘biologisnya’ saja (makan dan seks), banyak khayalan serta dikuasai rasa khawatir/was-was berlebihan).

Jika ada kasus orang gila yang tiba-tiba menyerang hingga melukai/melenyapkan nyawa seseorang, maka menurut Buddhism, orang gila itu melakukan karma yang tidak lengkap, alasannya adalah karena TIDAK ADA NIAT…… karena karma tidak lengkap, maka sebagai akibatnya, orang gila itu ‘mungkin’ hanya mendapat penjagaan yang ekstra, hukum pengadilan tidak akan memberi sanksi hukuman mati pada orang gila.

Kehidupan menjadi orang gila -tak lebih- ‘HANYA’ menerima atau menjalani … orang gila itu sedang menerima buah dari akibat (akumulatif) kebodohan/Moha yang sudah dia kembangkan di dalam kehidupan-kehidupan sebelumnya…salah satunya karena telah melecehkan Pengetahuan Benar/Dharma. Kalau ada kasus orang waras menjadi korban kegilaan orang gila, maka itu adalah ‘murni’ karma buruk orang waras itu yang sedang berbuah….

Oleh karena itu, kita yang mengaku ‘lebih sadar’ dari orang gila…seharusnya kita jadi lebih tahu apa yang harus kita lakukan…..misalnya, kalau kita sudah tahu ada seseorang yang memiliki jiwa setengah binatang atau setengah hantu….."apakah Anda mau bergaul dengannya??

Sudah tahu macan itu buas, koq malah didekati….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar