Sabtu, 26 Desember 2009

Theravada Pemakan Daging

Theravada terkenal sebagai tradisi yang paling murni dalam Ajaran Sang Buddha.

Dan merupakan tradisi yang paling populer di seluruh dunia.

Vinaya aturan kebhikkhuan mempunyai 227 sila untuk bhikkhu dan 311 sila untuk bhikkhuni.

Dalam vinaya (aturan kebhikkhuan, tradisi Theravada) yang ditetapkan oleh Sang Buddha tidak tertulis bahwa seorang bhikkhu harus vegetarian.

Bukan berarti bahwa jika itu tidak ada dalam Vinaya maka para bhikkhu gemar makan daging.



Manusia Logis

Jika anda adalah manusia yang logis, pernahkah anda ketahui bahwa seorang Bhikkhu Theravada meminta untuk dipersembahkan Daging sebagai makanannya, atau memesan Ayam Bakar di restoran?

Yang gemar daging itu Bhikkhu ataukah umat yang mempersembahkan dana tersebut?



Patimokkha: Pacittiya 39
Dalam disiplin kebhikkhuan, seorang bhikkhu tidak diijinkan untuk meminta makanan khusus tertentu.



Kisah Devadatta
Bhikkhu Devadatta merencanakan untuk memecah-belah komunitas para bhikkhu dengan meminta Sang Buddha untuk menetapkan lima aturan, salah satunya adalah para bhikkhu tidak diijinkan makan ikan dan daging.
Sang Buddha menolak, dengan berkata : “Ikan dan daging sepenuhnya murni berdasarkan tiga hal: jika tidak dilihat, didengar atau dicurigai (telah dibunuh secara khusus untuk seseorang).”
Sang Buddha bersabda bahwa seorang bhikkhu harus mudah disokong. Jika seorang bhikkhu menolak untuk memakan jenis makanan tertentu (baik daging maupun sayuran) maka dia tidak mudah disokong.

Janganlah menjadi devadatta2 yang lainnya.

Sepuluh jenis daging dilarang bagi para bhikkhu

Dalam Mahavagga, sepuluh jenis daging dilarang bagi para bhikkhu:

1. manusia
2. gajah
3. kuda
4. anjing
5. hyena
6. ular
7. beruang
8. singa
9. harimau
10. macan tutul

Kita dapat menyimpulkan dari sini bahwa daging dari binatang lain diijinkan, dengan terpenuhinya tiga kondisi untuk ‘daging yang diijinkan’, misalnya daging babi, daging sapi, ayam, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar