Sabtu, 26 Desember 2009

China: Buddhisme Kembali Bangkit Lagi

Beijing, China, AsiaNews, --

Buddhisme kembali lagi. Dengan lebih dari seratus juta pengikut, keyakinan berasal masa lampau ini kembali diungkapkan oleh kaum muda yang sampai sekarang merasa bahagia dengan kesuksesan pribadinya. Sebagai gantinya, semakin banyak di antara mereka yang berkumpul di vihara-vihara untuk ”meningkatkan” spiritualitas mereka.

Agama muncul kembali dengan intensitas penuh pada diri masyarakat Republik China. Sebuah survey yang diadakan baru-baru ini oleh East China Normal University, memperkirakan bahwa 31,4 persen penduduk berusia 16 atau di atasnya merupakan orang yang beragama, dengan memperkirakan jumlah penganut secara kasar berjumlah 300 juta, tiga kali lebih besar dibanding dengan perhitungan resminya.

Menurut Zhang Fenglei, kepala Religious Studies Centre di Universitas Renmin, Buddhisme bisa dikatakan memiliki 100 juta pengikut.

Kebangkitan kembali Buddhisme melintasi batas kelompok umur dan segmen sosial namun pengikut baru lebih cenderung merupakan kaum muda, berpendidikan perguruan tinggi, dan yang sukses dalam profesi mereka.

”Dulu mayoritas penganut Buddhisme merupakan orang-orang tua, wanita-wanita desa dan para buta huruf. Tetapi sekarang Buddhisme tidak lagi diasosiasikan (dihubungkan) dengan tipe orang-orang tua,” demikian kata Profesor Zhang.

Perhatian media juga mengambil peranan dalam kebangkitan kembali Buddhis ketika semakin banyak para selebriti yang merasa kecewa menemukan nilai dari pemutusan atas kemelekatan terhadap ketenaran, status dan kekayaan.

Chen Xiaoxu, seorang ikon TV di tahun delapan puluhan, dimana penampilannya yang tak tertandingi dalam serial terkenal yaitu Dream of the Red Mansion, baru-baru ini mencukur kepalanya dan menjadi seorang bhikshuni di sebuah vihara di utara kota Changchun.

”Saya hanya ingin meningkatkan spiritualitas saya,” kata Chen. ”Saya telah membuat keputusan yang sangat penting dan terbaik dalam kehidupan saya.”

”Buddhisme lebih merupakan sebuah filosofi mengenai kehidupan dibanding sebuah agama,” He Jian, seorang pemuda dari barat daya Yunnan mengatakan pada South China Morning Post. ”Buddhisme tidak mencoba untuk mengajarkan sebuah diktrin. Sebaliknya, Buddhisme mendorong orang untuk mencari jalan mereka sendiri menuju ke pencerahan.”

Bagi He, pesan yang membedakan dari Sang Buddha dengan ajaran lain adalah: janganlah bergantung pada para petapa/guru, dogma atau peraturan keagamaan – kembalilah ke dalam batin untuk pencerahan anda.

”Buddhisme mengajarkan anda bagaimana menemukan kedamaian dalam diri di kehidupan yang penuh kekalutan,” He menjelaskan, dan menambahkan ”ajarannya berbicara secara langsung tehadap saya.”

Profesor Zhang menjelaskan bahwa China pada sekitar tahun tiga puluh – empat puluh berkembang dalam sistem pendidikan otoriter dan seperti sebuah agama yang tidak memaksakan nilai-nilainya kepada yang lain.

Tidak seperti Chen, kebanyakan umat Buddhis yang baru tidak mengambil langkah radikal dengan masa lampau dan masa sekarangnya, tetapi menyalurkan kepercayaan baru mereka itu ke dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang kembali ke Buddhisme sebagai jalan untuk mengatasi tekanan yang meningkat dari pekerjaan dan keluarga kerena Buddhisme menekankan pada ketenangan pikiran melalui meditasi dan kehidupan bermoral. Ini menarik khususnya bagi para pembisnis sukses dengan kisah peningkatan kemakmurannya.

”Mereka butuh makanan spiritual bagi keseimbangan moral,” kata Profesor Zhang. ”Buddhisme dengan penekanan pada belas kasih yang tanpa batas, menawarkan sebuah jalan dalam berdamai dengan masa lalu mereka. Buddhisme menyediakan penyembuhan oleh diri sendiri,”

Buddha di kagumi karena Beliau menghadapi hidup tanpa bergantung pada ajaran-ajaran lain tetapi sebaliknya mencari jalanNya sendiri.

”Buddha membabarkan pengalamanNya yang Beliau miliki, dan mencoba untuk menganjurkan bahwa pengalamanNya itu juga berlaku bagi orang lain,” kata Mao Qiang, seorang pemuda dari Beijing. ”Pencerahan saya adalah milik saya. Pencerahan anda adalah milik anda. Saya tidak bisa memberikan anda Pencerahan saya.”

Buddhisme datang ke China dari India lebih dari 2000 tahun yang lalu. Dalam bahasa sanskerta kuno, Buddha berarti ”Yang Tercerahkan”.

sumber : www.bhagavant.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar