Rabu, 23 Desember 2009

Adi Buddha

Adi Buddha

Konsep Adi Buddha ini menurut tradisi Vajrayana/Tantrayana menunjukkan prajna dan benih Kebuddhaan dalam setiap insan(Tataghatagarbha).

Sebutan lain Adi Buddha:
Mahavairocana (kitab-kitab Buddhis bahasa Kawi),
Vajradhara (Tradisi: Kargyud & Gelug),
Samantabhadra (Tradisi : Nyingma),

Untuk menjelaskan konsep Adi Buddha dalam Vajrayana/Tantrayana :

- Seperti yang diketahui Trikaya yang dimiliki seorang Buddha : Dharmakaya (Tubuh Kebenaran), Samboghakaya (Tubuh kebahagiaan) dan Nirmanakaya(Tubuh penjelmaan).
- Dharmakaya adalah karakteristik dari semua Buddha misal Mahavairocana. Sewaktu seorang Buddha ingin menampakkan dirinya, ia muncul lewat sambhogakaya misalnya dalam wujud Amitabha Buddha. Sewaktu ia datang ke dunia samsara ini, ia menggunakan tubuh penjelmaan untuk mencapai tujuan tujuan tertentu misal dalam wujud Sakyamuni Buddha.

- Dalam tradisi Tantra Panca Dhyani Buddha (Panca Tathagata) dalam...
1. Mandala Vajradatu
Mahavairocana (Tengah)
Akshobya (Timur)
Ratnasambhava (Selatan)
Amitabha (Barat)
Amoghasiddhi (Utara)
2. Mandala Garbhadatu
Mahavairocana (Tengah)
Ratnadhvaja (Timur)
Kaifuhuawang (Selatan)
Amitabha (Barat)
Divyadundubhimeghanirghosa (Utara)
Mandala melambangkan formasi dan fenomena alam dharma/semesta. Panca Dhyani Buddha digunakan untuk melambangkan Maha Prajna dari setiap Buddha (dikatakan semuanya berasal dari Mahavairocana[Maha Anuttara Prajna]).
- Panca Dhyani Buddha disebut juga Panca Vajradhara dan Vajrasattva adalah manifestasi dari Panca Vajradhara yang merupakan Vajradhara ke-6 yang juga dikenal sebagai Vajrapani dan vajracitta (nama yang berbeda dari Trikaya Vajrasattva). Bodhisattva Nagajurna merupakan pemegang silsilah pertama dari Vajrayana dalam wujud manusia setelah menerima ajaran langsung dari Vajrasattva. (Ini untuk menjelaskan salah kaprah pada website Walubi dan forum lainnya bahwa sebenarnya tidak ada asimilasi antara ajaran Tantrayana Tibet [murni dari Vajrasattva] dengan kebudayaan setempat Bon Tibet [aliran sesat Bon Tibet telah dibasmi oleh Guru Padmasambhava yang membawa Tantrayana pada masyarakat Tibet])

Semua fenomena alam semesta sendiri merupakan kombinasi dari tanah, air, api, angin (wah jadi inget cerita Avatar nih hehehehe....), akasha (ruang) dan pikiran (kesadaran). Begitu juga Mahavairocana tersusun dari kombinasi 6 komponen tersebut. Sehingga Mahavairocana tidak berbeda dengan diri kita. Sehingga dikatakan saat anda menyatu dengan Mahavairocana[Maha Anuttara Prajna] maka anda adalah Buddha. Dari sinilah konsep Adi Buddha timbul dalam Vajrayana/Tantrayana. ”ANDA ADALAH BUDDHA dan BUDDHA ADALAH ANDA”

Dalam Tataghatagarbha Sutra :
......The Buddha can really see the tathagatagarbhas of sentient beings. And because he wants to disclose the tathagatagarbha to them, he expounds the sutras and the Dharma, in order to destroy klesas and reveal the buddha nature. Good sons, Such is the Dharma of all the buddhas.
Whether or not buddhas appear in the world, the tathagatagarbhas of all beings are eternal and unchanging. It is just that they are covered by sentient beings' klesas. When the Tathagata appears in the world, he expounds the Dharma far and wide to remove their ignorance and tribulation and to purify their universal wisdom..........

Dalam salah satu versi dari Bhagavati Prajna Paramita Hrdaya Sutra (Sutra hati) :
......Bodhisatva tidak mempunyai apa yang perlu dicapai, Ia berada dan berdiam di dalam prajnaparamita. Tiada rintangan dalam pikiran. Tanpa rintangan dalam pikiran, Ia tidak memiliki rasa takut serta tiada rintangan kesempurnaan. Hingga akhirnya, Ia mengatasi khayalan menyesatkan dan mencapai Nibbana Sejati.
Buddha dari ketiga masa --- lalu, sekarang, mendatang --- dengan bersandar pada Prajnaparamita mencapai kebuddhaan pada tingkat tiada tara, yaitu Samyaksambodhi. Oleh karena itu, Prajnaparamita, mantra pengetahuan agung, mantra tiada tanding, mantra tertinggi, mantra yang pasti dapat melenyapkan semua dukkha, yang di dalamnya tiada cacat, harus dipahami sebagai kebenaran. Mantra Prajnaparamita : "GATE GATE PARA GATE PARASAMGATE BODHI SVAHA"

Dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara (Kao Wang Kwan She Ying Cen Cing):

............Namo Maha Prajnaparamita shi ta shen cou
Namo Maha Prajnaparamita shi ta ming cou
Namo Maha Prajnaparamita shi wu shang cou
Namo Maha Prajnaparamita shi wu teng teng cou.........

Dalam Dhammapada 11 :
”Mereka yang menganggap ketidakbenaran sebagai kebenaran, dan kebenaran sebagai ketidakbenaran maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu tak akan pernah dapat menyelami kebenaran”

Tak terbayangkan dan indah sekali kebenaran di balik Tathagatagarbha dan Prajnaparamita, Semoga kita benar-benar dapat menyelaminya. Om Mani Padme Hum!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar