Jumat, 25 Desember 2009

Jadi jenius melalui musik

Oleh : E. Widiyati

24-Nov-2006, 10:04:31 WIB - [ www.kabarindonesia.com ]
Berdasarkan hasil penelitian dari Harvard Medical School di Boston (USA) ternyata para pemain musik profesional pada umumnya jauh lebih cerdas daripada orang awam ("Journal of Neuroscience" - Edisi 23).

Telah terbuktikan secara kasat mata sebagai bukti empiris, bahwa musik itu bisa mempengaruhi tubuhnya seseorang, ini bisa dilihat pada hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Athen - Yunani ternyata ikan-ikan dalam aquarium yang diberikan alunan musik Mozart; bisa tumbuh dengan lebih cepat dan lebih baik ini bisa dilihat bukan hanya berdasarkan besarnya ikan tersebut saja, melainkan juga dari warna ikannya sendiri yang menjadi semakin cerah.

Seorang ahli biofisika lainnya telah melakukan percobaan tentang pengaruh musik terhadap kehidupan, dimana ia meletakan dua macam tanaman yang umur dan jenisnya sama, tetapi pada tempat yang berbeda.

Yang satu diletakkan di dekat pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu heavy rock, sedangkan tanaman lainnya diletakkan di dekat speaker yang memperdengarkan lagu-lagu klasik. Setelah beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu klasik tumbuh dengan segar dan berbunga.

Setiap orangtua tentu ingin mempunyai anak yang pandai, cerdas, dan tidak mengalami kesulitan dalam perkembangan emosionalnya. Untuk mendapatkan itu semua, tidak hanya diperlukan gizi yang cukup, tetapi juga diperlukan stimulasi memadai sejak anak masih dalam kandungan.

Stimulasi yang paling baik, dalam arti mendapat respons dari janin adalah suara ibu dan musik klasik. Pendapat ini berdasarkan penelitian pada tahun 1980-an yang dilakukan dr Alfred Tomatis, ahli psikolog, dan pendidikan dari Perancis. Penelitian itu menunjukkan, suara ibu dan musik klasik dapat merangsang otak sehingga menimbulkan gerakan motorik tertentu pada janin dan bayi yang baru lahir. Ketukan musik juga mempunyai efek terhadap kepandaian anak dalam matematika.

Musik klasik dapat memberikan rangsangan pada bayi karena kaya komponen suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya. Stimulasi musik klasik ini bisa mulai diberikan sejak janin itu berusia empat bulan. "Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin jadi sudah bisa memberikan respons pada stimulasi suara"

Stimulasi musik klasik sebaiknya dilakukan setiap harinya minimal setengah jam. Musik klasik ini bisa didengarkan sambil melakukan kegiatan lain. Bagi ibu hamil yang tidak begitu menyukai musik klasik dan selalu ketiduran bila mendengarnya, tidak perlu khawatir karena janin tetap bisa mendengarkan musik itu.

Yang terpenting sebenarnya bukan jenis musik apa yang didengarkan pada bayi. "Yang paling utama adalah kondisi emosi ibu. Biar memutar musik klasik Vivaldi Four Seasons kegemaran para bayi, bayi tetap tidak bisa menikmati karena terbawa emosi ibu"

Dr. Gordon Shaw telah mengadakan penelitian terhadap anak-anak sekolah SD di slums kota Los Angeles, dimana sebelum mereka mulai dengan pelajarannya, anak-anak tersebut disuru meditasi atau duduk dengan tenang terlebih dahulu sambil mendengarkan alunan musik klasik dari Mozart selama 20 sampai dengan 30 menit. Kenyataannya setelah meditasi musik anak-anak tersebut bisa lebih mudah dan lebih konsentrasi terhadap pelajarannya.

Sedangkan di Berlin - Jerman, telah terbuktikan bahwa anak2 yang belajar dibawah alunan musik bisa meningkatkan nilai IQ mereka 6 sampai dengan 10%, disamping itu kecerdasan mereka dalam matematika dan ilmu ukur pun semakin bertambah.

Begitu juga dengan orang dewasa, tidak ada salahnya apabila Anda melakukan „Fitnes" atau "Joging Otak", dimana setiap harinya dalam perjalanan menuju ke tempat pekerjaan selalu memutar lagu-lagu klasik, sebab telah terbuktikan, bahwa musik dapat merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, membangun kecerdasan emosional dan membuat orang menjadi lebih pintar. Kalau kurang senang dengan lagu-lagu klasik seperti Mozart, Bach, Beethoven mulailah dahulu dengan lagu-lagu semi klasik seperti musik dari Richard Clayderman ataupun dari Andre Rieu.

Mendengarkan musik sebelumnya tidur juga sangat bermanfaat, sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Tzu-Chi di Taiwan mereka yang mendengarkan musik selama 20 sampai dengan 30 menit sebelum tidur, ternyata bisa tidur lebih mudah dan kualitas tidurnya pun lebih baik. Hal ini penting bagi kecerdasan otak, sebab apabila kurang tidur daya pikir kitapun akan berkurang. (Sumber: "Journal of Advanced Nursing" - Edisi 49, Hal. 234).

Bahkan dalam bukunya efek Mozart; Campbell menulis bahwa musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati

Oleh sebab itulah pabila hari ini Anda merasa tertekan, stress berat dan otak ini rasanya capek sekali, usahakanlah untuk istirahat sejenak sambil mendengarkan musik dan bernyanyi, saya sakin pasti membantu.

Sumber: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=9&dn=20061124094352

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar