Jumat, 25 Desember 2009

Meditasi Mampu Mendukung Aktivitas Otak

Meditasi Buddhis Mampu Menghasilkan
Perubahan-Perubahan Yang Menetap Pada Otak
Oleh : Jennifer Warner


Diulas oleh Brunilda Nazario, MD
10 November 2004
WebMD Medical News

Meditasi tidak hanya menghasilkan efek yang menenangkan, tetapi, penelitian baru menunjukkan bahwa praktek meditasi Buddhis dapat menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di otak.

Para peneliti menemukan bahwa para bhikkhu yang telah bertahun-tahun melakukan latihan meditasi Buddhis, menunjukkan aktivitas otak di daerah yang berhubungan dengan pengetahuan dan kebahagiaan jauh lebih besar daripada mereka yang belum pernah mempraktekkan meditasi.

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa latihan mental jangka panjang, seperti halnya meditasi Buddhis, dapat mendorong perubahan-perubahan jangka pendek dan panjang dalam aktivitas dan fungsi otak.

Meditasi Buddhis Dapat Mengubah Otak

Pada penelitian yang terbit dalam edisi online minggu ini mengenai laporan dari the National Academy of Science disebutkan bahwa para peneliti telah membandingkan aktivitas otak delapan orang bhikkhu Buddhis senior dengan 10 orang pelajar yang sehat.

Para bhikkhu rata-rata berumur 49 tahun. Mereka masing-masing telah mendalami latihan mental dengan bermeditasi selama 10.000 sampai 50.000 jam dalam jangka waktu 15 sampai 40 tahun.

Para pelajar rata-rata berumur 21 tahun. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengalaman dalam meditasi dan mendapatkan satu minggu latihan meditasi sebelum penelitian dimulai.

Kedua kelompok diminta mempraktekkan meditasi belas kasih. Meditasi ini tidak memerlukan konsentrasi pada hal-hal khusus. Para peserta diarahkan untuk membangkitkan perasaan cinta kasih dan belas kasih tanpa terfokus pada obyek tertentu.

Para peneliti dengan mempergunakan Electro Encephalo Grams mengukur aktivitas otak sebelum, selama, dan setelah meditasi.

Mereka menemukan perbedaan aktivitas otak yang menyolok di antara kedua kelompok tersebut. Aktivitas otak jenis ini dinamakan aktivitas gelombang gamma yang melibatkan proses-proses mental termasuk perhatian, ingatan kerja, pengetahuan serta kesadaran.

Para bhikkhu Buddhis mempunyai tingkat aktivitas gelombang gamma yang lebih tinggi sebelum mereka mulai meditasi. Perbedaan tersebut meningkat secara dramatis selama bermeditasi. Kenyataannya, para peneliti mengatakan tingkat aktivitas gelombang gamma tersebut adalah tingkat yang tertinggi yang pernah dilaporkan.

Para bhikkhu juga mempunyai lebih banyak aktivitas otak di daerah yang berhubungan dengan emosi-emosi positif, seperti kebahagiaan.

Para peneliti menyebutkan kenyataan bahwa bhikkhu - bhikkhu itu telah mempunyai tingkat aktivitas otak jenis ini yang lebih tinggi sebelum meditasi dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa praktek meditasi Buddhis atau bentuk meditasi lainnya dalam jangka panjang dapat mengubah otak.

Walaupun selisih umur juga dapat mempengaruhi beberapa perbedaan yang diketemukan dalam penyelidikan ini, para peneliti mengatakan bahwa praktek meditasi berjam-jam itulah yang lebih menentukan aktivitas gelombang gamma daripada usia seseorang.

Para peneliti mengatakan masih diperlukan penyelidikan yang lebih banyak lagi untuk melihat apakah perbedaan dalam aktivitas otak lebih disebabkan oleh latihan meditasi jangka panjang itu sendiri atau oleh perbedaan individu sebelum latihan.



Naskah Asli:
Meditation May Bolster Brain Activity - The Buddhist Channel
Sumber Lutz, A. Proceedings of the National Academy of Science, 8 November 2004.

Diterjemahkan oleh : Jenny H - Surabaya
Editor : Bhikkhu Uttamo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar