Jumat, 25 Desember 2009

Meditasi Turunkan Tensi

Saat masih menjadi pelajar SMA, Nick Fitts termasuk orang yang punya beban banyak di pundaknya. Ia harus menjalani dua pekerjaan paruh waktu. Padahal, ia tak punya kendaraan. Ditambah, permasalahan hubungan dengan ibunya. Semua tekanan itu bisa meningkatkan tekanan darahnya dan membuatnya berisiko menderita hipertensi.

Ketika sebuah sekolah tinggi menawarinya untuk bergabung dengan kelompok meditasi, awalnya ia cuek saja. Bahkan, ia sempat beranggapan kalau kegiatan itu hanya membuang waktu. Namun, begitu ia bergabung, ia langsung merasakan keuntungannya. "Meditasi dapat membuat hati saya tenang dan pikiran saya jadi lebih jernih dalam memecahkan suatu masalah," aku Fitts yang saat ini kuliah di jurusan keperawatan University of South Carolina, Aiken.

Studi yang dilakukan pada kelompok ini menunjukkan, meditasi dapat menurunkan tekanan darah. Para pelajar menjalani meditasi dua kali sehari, masing-masing 15 menit. Satu sesi meditasi dilakukan di rumah, satu sesi lagi di sekolah. "Hasilnya, tekanan darah mereka turun setelah empat bulan rutin melakukan meditasi tersebut," ungkap seorang peneliti.

Setidaknya ada 5.000 pelajar yang dilibatkan dalam studi ini. Dan sekitar 156 pelajar mengalami tekanan darah tinggi. Separo dari kelompok itu menjalani sesi meditasi, sedangkan separonya hanya mendapat pelajaran kesehatan. Semua pelajar itu dipantau tekanan darahnya 24 jam setiap hari. Menurut studi tersebut, kelompok yang tidak mendapat sesi meditasi, tekanan darahnya tidak mengalami penurunan. Beda dengan yang menjalani meditasi.

Saat ini, satu dari empat orang dewasa diduga menderita hipertensi. Suatu penyakit yang merupakan faktor risiko untuk serangan jantung dan stroke. Jadi, bila sejak remaja sudah punya bakat tekanan darah tinggi, kemungkinan dewasanya kelak risikonya lebih tinggi untuk menderita penyakit hipertensi kronik. "Saat ini hipertensi tak lagi diderita orang dewasa," kata Vernon Barnes, ketua peneliti yang juga ahli fisiologi Medical College itu.

Selama ini, beberapa hal yang diketahui untuk menurunkan tekanan darah adalah olahraga rutin, pola makan sehat dan obat-obatan teratur. Ternyata, dari studi ini, terlihat bahwa meditasi pun bisa menjadi faktor yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. "Selain melakukan kegiatan-kegiatan itu, tak ada salahnya bila sejak dini kita rutin memeriksakan tekanan darahnya," pesan dr Elizabeth Ofili, kepala bagian kardiologi di Morehouse School of Medicine, Atlanta.

Selain menurunkan tekanan darah, meditasi pada pelajar juga dapat menurunkan angka kenakalan remaja. Seperti membolos, melanggar peraturan sekolah maupun menyerang siswa lain dibanding pelajar yang tidak menjalani meditasi. "Jadi, meditasi sangat efektif bagi pelajar. Selain untuk kesehatan juga untuk pendidikan. Mungkin kelak hal ini bisa dimasukkan dalam program sekolah," kata Barnes. (tha/ap)

Sumber : Jawa Pos, Jumat, 09 Apr 2004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar