Sabtu, 26 Desember 2009

Mengenai Pikiran

1. Tentang mengenal Pikiran ( yang paling dekat dengan kita tetapi sukar untuk mengenalnya ).

2. Tentang membentuk Pikiran ( yang sukar di atur dan tidak mudah tunduk tetapi dapat di buat sangat taat dan jinak )...coba renungkan tentang seorang coboy dan kudanya yang liar...

3. Tentang membebaskan Pikiran ( yang membelenggu semuanya, tetapi dapat di bebaskan kembali di sini dan sekarang ).


Untuk melaksanakan " pembebasan Pikiran " orang harus melatih mengembangkan kesadarannya seluas mungkin. Maka itu di dalam pelajaran dari Sang Buddha kita sering di suruh : " SADARLAH ". Karena sadar itu adalah merupakan kunci untuk mengenal pikiran, dan merupakan titik permulaan serta alat yang sempurna untuk membentuk pikiran.

Kita harus selalu berpikir dalam menghadapi segala kehidupan ini, sejak kecil sampai dewasa, dari dewasa sampai tua, dengan sadar atau tidak sadar, kita terus berpikir, membentuk pikiran, mengembangkan pikiran, merenungkan, berkhayal, melamun dan sebagainya...

Hal ini adalah wajar, dan sudah biasa kita lakukan dalam mencari atau mengejar kesenangan dan kesuksesan hidup ini...

Sering kali kita lupa bahkan juga tidak tahu, bahwa sifat pikiran itu suka bergerak dan terus bergerak, ringan, lincah, binal, terbang ke sana kemari mencari objek sendiri, dan sewaktu-waktu bertingkah sangat garang dan ganas, sehingga sering merugikan dan membahayakan diri kita.

Dalam hal ini tidak sedikit orang menjadi payah, bingung, sakit, sinting, gila, dan mati karena diganggu oleh pikirannya yang disebut juga SAKIT PIKIRAN.

Penyakit pikiran sudah dikenal orang, tetapi pengobatannya secara phisik belum dapat dilakukan dengan sebagaimana mestinya. Maka pada saat-saat tertentu dalam perkembangan kehidupan ini, orang juga sangat membutuhkan waktu untuk melatih diri guna dapat mengendalikan dan membebaskan pikirannya dari pergerakan dan pergolakan yang tidak diingini. Dalam hal ini KESADARAN atau SATI adalah memegang peranan penting, terutama dalam segi perhatian murni..


Dengan Kesadaran atau Sati yang sangat kuat kita akan mendapatkan kebijaksanaan yaitu kemampuan untuk membedakan sesuatu yang benar dan yang salah, yang sejati dan yang palsu, yang berguna dan yang tidak berguna, yang merupakan penderitaan dan yang bukan penderitaan....Dari sinilah kegelapan batin akan lenyap dan kebodohan..serta membebaskan diri dari penderitaan...

Dasarnya adalah Kesadaran, pemusatan pikiran dan pengertian.

Pikiran yang bersih....Batinpun bersih...

Pikiran kitalah yang harus ditetapkan sebagai sumber dan akar dari kebaikan.
Pikiran kitalah yang harus digenangi dengan air kesucian dan kesunyataan.
Pikiran kitalah yang harus disucikan dari segala sifat-sifat yang mengotorinya.
Pikiran kitalah yang harus diperteguh dan dikuatkan.

Untuk mengetahui tentang pikiran secara baik, diharapkan untuk mempelajari TIPITAKA secara benar...yaitu dengan menjalankan SILA, SAMADHI dan PANNA..

Dasarnya adalah pikiran...jika pikiran kita mempunyai akar kebencian....maka ucapan yang keluarpun juga mengandung kebencian...dari ucapan/tulisan inilah akan terjadi perbuatan yang mengandung kebencian...kenapa bisa demikian karena adanya kebodohan pada diri kita...yang tidak punya rasa malu dan rasa takut...

End...
by : Charles Ben

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar