Selasa, 22 Desember 2009

TUNTUN AKU MENUJU KEBEBASAN

Menuju kegelapan ku berjalan
Dibimbing oleh tiga setan yang tidak tersadari
Bersembunyi di dalam segala amarah kebencian
Berlindung di balik hati yang menari ketika keserakahan terpuaskan
Terselubung di balik jerat pengertian salah
Menyiksaku dengan begitu nikmatnya
Hingga akhir waktu berlalu

Aku terikat pada bumi
Tapi tak bisa ku sadari apa yang mengikatku
Apa yang mencengkeramku tanpa terlihat
Ternyata yang ku anggap baik selama ini tidaklah lebih daripada musuh abadi
Apa yang kupikir indahlah yang membuat neraka nyata di atas dunia
Neraka yang membuatku ada menuju tiada menuju ada
Terus menerus,lagi dan lagi,berulang dan berulang
Tanpa lelah proses mengulangi dirinya
Tiada peduli bahwa aku sang pelaku telah lelah akan proses itu sendiri

Ku sudah terlalu lelah belari di balik hujan yang ku ciptakan sendiri
Perbuatanku terus menguap ke atas
Tak pernah kupikirkan lagi di balik memori
Ku pikir mereka telah melayang di balik awan abadi
Dan tak kan pernah kembali lagi
Namun ternyata mereka kembali jatuh ke tanah
Tepat jatuh menusuki diriku
Hingga ku tak sanggup lagi menembus hujan karma tiada henti

Ku terbakar di balik api
Yang ku kobarkan sendiri di dalam hati yang perih
Hati yang terluka dari dalam
Terjilat lidah-lidah api emosi yang terasa abadi
Tiada habis,tiada padam
Begitu berminat akan apa yang menjadi induk semangnya
Api itu tiada berhenti membakar
Hingga aku sendiri yang menciptakannya
Hingga aku sendiri yang mengobarkannya
Mati dibakar dari dalam hasrat sanubari yang terpendam

Dan seolah tiada henti,angin dingin menghempaskanku dari tujuan sejatiku
Segala macam pengertianku yang tak membawaku kemanapun juga
Yang ku pikir tidaklah semendalam kenyataannya
Ternyata angin tersebutlah yang membawaku selalu kembali ke tempat yang salah
Aku yang meniupkannya
Aku yang memperkuatnya
Namun,aku jugalah yang dihempaskan olehnya
Menuju jurang kegelapan yang lebih dalam

Namun di balik kegelapan tersebut justru aku melihat cahaya-Mu
Terhenyak menyadari apa yang selama ini mengikatku
Merenungi kenapa selalu aku terhujam
Memikirkan bagaimana aku bisa terbakar sendiri
Terbuka mengetahui bilamana aku terhempas kembali
Tersentak dan terbangun dari dalam mimpi yang manis di akhir namun kelam abadi setelahnya
Aku merasakan apa yang baik di permulaan
Manis di pertengahan
Cantik di akhirnya
Sebuah keindahan yang abadi tiada akhir
Dan ku sadari bahwa ku harus menyerah dari semuanya
Ku harus membiarkan semuanya berlalu
Melihat kenyataan sesungguhnya dari fenomena
Berpikir hingga dibalik keterikatan semua indera

Oh Buddha yang mulia,tuntunlah aku
Izinkanlah aku melihat semuanya yang nyata dari dalam diriku sendiri
Tunjukkanlah jalan-Mu menuju kebebasan abadi
Oh Dharma yang agung,tuntunlah aku
Aku ingin terbangun bahagia selamanya
Aku tak ingin kembali bermimpi berujung kepahitan
Terimakasih semuanya
Terimakasih karmaku
Terimakasih realita pahit sebelumnya
Bahwa kalian yang memberikan arah kepadaku
Kepada Buddha dan Dharma
Cahaya dan terang abadi di dalam hati
Yang menuntunku menuju kebebasan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar